Postingan

Sehari setelah ‘rasanya aku mau mati’

Hariku nggak bertambah baik hari ini, Bahkan, sebaliknya... it is getting worse . Kemaren, aku bilang bahwa hari itu rasanya aku mau mati, dan alasannya adalah karena aku tidak pulang bahkan disaat aku tahu hari itu nenekku jatuh Koma. Aku punya alasan yang kuat kenapa aku nggak bisa pulang, yaitu...aku punya tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas yang bener2 ngaruh sama nilaiku dan beberapa orang lain which is temen kelompokku sendiri. Tapi, hari ini rasanya semua sia-sia. Totally...cuma omong kosong. Hari ini yang harusnya jadi deadline dari tugas yang aku buat dengan jatuh bangun menjadi hari yang paling memuakkan sedunia. Mendadak aja gitu format tugas kami berubah sebab dosen penguji kami juga berubah karena dosen yang lama sedang sakit. Yang mana itu artinya... Pengorbananku sia-sia. Nyesek banget! Rugi banget rasanya memilih untuk memenuhi tanggung jawab dibandingkan menjadi egois dengan pulang menengok keadaan simbah. Apalah artinya pengo...

Satu hari yang membuatku serasa ingin mati

Sebelom menulis nih postingan, aku mo ngucapin selamat dulu boleh yaaaaa Selamat hari raya idul Adha..., selamat berbahagia dengan keyakinan akan kebesaran-Nya yang tiada putus-putusnya. Selamat berpesta dengan kambing dan sapi yang hari ini baru naek pamor dan meraja-lela dimana2 :) Well...back to the topic Kalian tahu...sesuatu yang memiliki awal pastilah punya akhir juga. Seperti film yang aku tonton, selalu ada introduction, klimaks dan ending Seperti hari yang kita lewatkan...selalu ada titik dimana hari itu akan berganti dengan hari berikutnya Lalu apa lagi kah yang berakhir hari ini? Ok, sebenernya belum akhir sih, tapi sangat mendekati akhir kalo orang2 bilang. Hari ini aku dikabari orang rumah kalo simbah koma. Mau tahu rasanya gimana? Rasanya mau mati!. Aku dengan durhakanya malah berada di kost, berkutat dengan tugasku yang setelah dipikir2 nggak akan nambah umur meskipun kelak aku dapet A. Aku nggak ada disana, dimana simbah akan selal...

Ngegembel di Demak

akhirnyaaaa, tugas studio 5-6 diturunkan jugaaaa seperti yang udah aku singgung sedikit di postingan sebelomnya, aku dan temen2 kelompokku dapet tugas untuk menyusun analisis ruang kabupaten Demak... ngegembel ke demak mennnn hehe, kami dijadwalkan terjun ke lapangan selama seminggu dimulai dari tanggal 17-22 oktober 2011. seperti apa gerangan Demak itu... aku bakal cerita ampe ke detail2 kecil yang aku inget, so...dont go anywhere yah. oke, kita mulai dari keberangkatan. berhubung disana ntar kami bakal mondar-mandir ngelilingin tuh kabupaten, akhirnya kami memutuskan untuk menjadikan motor sebagai moda transportasi. Jogja-Demak naik motor???? waw, belom pernah rasanya aku nangkring diatas motor selama itu!, secara gitu loh, Jogja-Demak itu kalo lancar harus ditempuh selama 4 jam perjalanan, sedangkan Jogja-Kuala Lumpur aja bisa ditempuh selama 2,5 jam, kebayang kan???, hehehe, meski sebenernya perbandingannya ga etis banget dimana yang dibandingin adalah kecepatan pesawat ...

Katy Perry, "The One That Got Away"

Summer after high school when we first met We make up in your Mustang to Radiohead And on my 18th Birthday We got matching tattoos Used to steal your parents’ liquor And climb to the roof Talk about our future like we had a clue Never plan that one day I’d be losing you And in another life I would be your girl We keep all our promises Be us against the world And in another life I would make you stay So I don’t have to say You were the one that got away The one that got away I was June and you were my Johnny Cash Never one without the other we made a pact Sometimes when I miss you I put those records on Someone said you had your tattoo removed Saw you downtown singing the Blues Its time to face the music I’m no longer your muse And in another life I would be your girl We keep all our promises Be us against the world And in another life I would make you stay So I don’t have to say You were the one that got away The one that got away The o-o-o-o-o-one [...

Demi Lovato, "La La Land"

I am confident, but I still have my moments Baby, that's just me I'm not a supermodel, I still eat McDonald's Baby, that's just me Well, some may say I need to be afraid Of losing everything, because of where I Had my start and where I made my name Well, everything's the same in the La La Land machine Machine, machine Who said I can't wear my Converse with my dress? Well baby, that's just me Who said I can't be single and have to go out and mingle Baby, that's not me, no, no Well, some may say I need to be afraid Of losing everything, because of where I Had my start and where I made my name Well, everything's the same in the La La Land Tell me do you feel the way I feel 'Cause nothing else is real in the La La Land appeal Well, some may say I need to be afraid Of losing everything, because of where I Had my start and where I made my name Well, everything's the same in the...

Bicara drama Korea

Aku baru aja belajar sesuatu dari sebuah film yang ironisnya merupakan genre film yang sering aku bilang beracun. Yep, betul...film Korea. Kalian tahu...bagiku, klasifikasi jenis film di dunia ini nggak cuma ada 5, horror, drama, action, comedy, atopun thriller, melainkan ada satu lagi, satu genre spesial yang ceritanya nggak ada yang menyamai dari segi sumber daya pemain maupun alur ceritanya, yaitu film Korea. Film Korea yang kebanyakan sebenernya merupakan film drama bagiku tidak bisa digolongkan ke genre drama karena film Korea tingkat dramatisnya sudah nggak ketulungan. Jadi mulai dari sini, kita sebut saja drama Korea –baca: drama taraf akut stadium lanjut- Aku pernah bilang bahwa sebagian besar drama Korea selalu menyajikan satu cerita yang menggambarkan bahwa happily ever after itu bener2 ada. Nggak peduli dengan perbedaan kasta, nggak peduli itu diawali dari perbedaan yang bisa dibilang hampir mustahil untuk disatukan. Secara singkatnya.....