Basically filled with anything random in my life. Movie Reviews, Opinion/Umpatan/Tsurhatan, Ideas, Events, etc.
FYI, I mostly write under caffeine influence lol so don't take the writing too seriously, okay :)
arghhhhhh, setelah dibaca untuk yang kedua kali ternyata diriku lebay bangettttt, dan...hiiii, najis, jadi terkesan lagi terserang GALAU AKUT, bahaya ini -.-'
Working as a strategic planner whose the main objective is to improve investment realization is not the wisest line of job specifically if you try to correlate this objective with ‘Nationalism – Cinta Tanah Air’ so called prinsip berbangsa. I and my friends, of all people, are fully aware of that from the very moment we step our feet into the office we are currently pledge our loyalty to. In fact, the 'where do we stand' question even has become an inseparable part of our profession and a fundamental footing for us every time we try to play our role. So, when one or two or three or some classmates or even the teachers from different ministries/agencies questioned our nationalism during the 5-week-joined-pelatihan-dasar-for-CPNS-classes, I found it quite hilarious. There was even this one friend from my class who directly asked me, on the opened forum, “Jadi sekarang makin mudah ya kita ngejual negara?” after I finished my presentation about the newest investment licensing...
Beberapa waktu lalu, di hari Jumat yang buru-buru, saat jam masih menunjukkan pukul 06.30 pagi, saat aku harus lari2 karena kalo enggak bakalan ketinggalan kelas kota tangguh lagi, saat dengan serampangan aku jalan kaki untuk mengejar bus kota jalur dua, ada sesuatu yang membuatku berhenti Bukan karena kesandung, bukan karena sengaja nabrak mas-mas, bukan karena nemu duit segepok ngegeletak di tengah trotoar, tapi karena...jeng, jeng, jeng, jengggg Aku berpapasan dengan seorang simbah2 yang tiap hari jualan di pasar di deket kostku. Dan mendadak aku roll depan roll belakang –ya enggak lah!!- Kalo pake hasil analisa kurang ajarku, dilihat dari intensitas uban serta keriput yang uda mendominasi muka, simbah itu berusia nggak kurang dari 80 tahun. Simbah.yang.pasti.80.tahun itu hampir tiap jumat berpapasan denganku di jalan yang sama, bedanya…kami berlawanan arah, tapi tujuannya sama juga sih, untuk ngejalanin idup. Entah aku yang begonya nggak ketulungan ato ...
Haduh-haduuuuh... memang cinta sering membikin orang tidak hanya senang, tapi juga sakit hati...
BalasHapustapi emang bener ya, kalo berada dideket orang yang kita sukai jantung kita berdebar-debar gitu? penasaran, huhuhuh...
arghhhhhh, setelah dibaca untuk yang kedua kali ternyata diriku lebay bangettttt, dan...hiiii, najis, jadi terkesan lagi terserang GALAU AKUT, bahaya ini -.-'
BalasHapusyatuuuunn..
BalasHapusjgn bergalau ria gini dong..
katanyaaaa.. "kalo jodoh gak kemana kok" hahahaa..
semangat tuuunnn !!! :D
hiiiiii, prita uda mulai komen, gawat iniiiiii
BalasHapusberhubung ini file sudah terancam -atau mengancam- keberadaan dari sang pemilik, maka wisely...mending di hidden aja yaaaaa
BalasHapuswahaha.. ayatun cemeeennn... manaaa ?? udah diposting ya jgn di hidden dong tuunn.. gak bakalan tak "massage" kok . tenang ajaaa :D hahahhahahahaaaaaaa....
BalasHapus